Rabu, 27 Februari 2013

Makna Green Kampus


Green Kampus adalah lingkungan kampus yang nyaman, bersih, teduh (hijau), indah dan sehat dalam menimba ilmu pengetahuan dan serta memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan kampus secara efektif dan efisien, misalnya dalam pemanfaatan Kertas, alat tulis menulis, penggunaan Listrik, Air, Lahan, Pengelolaan Sampah, dll. Green Campus (Kampus Hijau) bukanlah suatu kampus yang dipenuhi oleh Cat Hijau, majalah hijau ataupun kampus yang barangkali karena kebetulan Logo atau Jaket Almamater kampus yang bersangkutan berwarna hijau.
Ruang terbuka hijau menciptakan karakter mahasiswa. Tanpa terbuka hijau mahasiswa yang terbentuk adalah mahasiswa maverick yang nonkonformis-individualis-asosial, yang anggota-anggotanya tidak mampu berinteraksi apalagi bekerja sama satu sama lain. Agar efektif sebagai ruang publik, ruang terbuka hijau haruslah netral. Artinya, bisa dicapai (hampir) setiap mahasiswa. Sehingga semua mahasiswa bisa menjangkau dari sudut kelas manapun tanpa ada batasan.
Ketika kita melihat lingkungan kampus di Indonesia maka mungkin akan sangat berbeda jika kita melihat lingkungan kampus di negara-negara maju. Membayangkan para mahasiswa kita duduk di bawah pohon-pohon hijau dan beralaskan rumput yang segar, membayangkan air mancur sambil mengerjakan tugas atau membayangkan para mahasiswa melepaskan lelah setelah kuliah di kelas, mengistirahatkan otak mereka dari tumpukan teori sambil bermain bola, atau permainan lainnya di lapangan hijau sangat mungkin jarang kita lihat.
Kampus diharapkan merupakan tempat yang nyaman, bersih, teduh (hijau), indah dan sehat dalam menimba ilmu pengetahuan. Lingkungan kampus tidak terpisahkan dari ekosistem perkotaan tidak sedikit peranan dan sumbangannya bagi meningkatkan maupun dalam menurunkan pemanasan global. Disamping itu, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana masyarakat kampus dapat mengimplementasikan IPTEK Bidang Lingkungan Hidup secara Nyata.
Lingkungan yang baik memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap kualitas hidup. Menurut penelitian individu yang memiliki akses terhadap lingkungan alami akan lebih bahagia terhadap rumahnya, pekerjaannya, dan hidupnya secara keseluruhan. Beberapa penelitan telah menunjukkan bahwa interaksi dengan alam terbukti meningkatkan kesehatan psikologis dan fisiologis, termasuk peningkatan pengendalian diri dan penurunan kadar stress. Keberadaan tumbuh-tumbuhan di sekitar kita dapat meningkatkan kepuasaan hidup secara ekonomis, sosial, budaya, dan fisik.

0 komentar:

Posting Komentar