Green Kampus adalah lingkungan kampus yang nyaman, bersih, teduh (hijau),
indah dan sehat dalam menimba ilmu pengetahuan dan serta memanfaatkan
sumberdaya yang ada di lingkungan kampus secara efektif dan efisien, misalnya
dalam pemanfaatan Kertas, alat tulis menulis, penggunaan Listrik, Air, Lahan,
Pengelolaan Sampah, dll. Green Campus (Kampus Hijau) bukanlah suatu kampus
yang dipenuhi oleh Cat Hijau, majalah hijau ataupun kampus yang barangkali
karena kebetulan Logo atau Jaket Almamater kampus yang bersangkutan berwarna
hijau.
Ruang terbuka hijau menciptakan karakter mahasiswa. Tanpa terbuka hijau mahasiswa
yang terbentuk adalah mahasiswa maverick yang nonkonformis-individualis-asosial, yang anggota-anggotanya tidak mampu berinteraksi apalagi
bekerja sama satu sama lain. Agar efektif sebagai ruang publik, ruang terbuka
hijau haruslah netral. Artinya, bisa dicapai (hampir) setiap mahasiswa. Sehingga
semua mahasiswa bisa menjangkau dari sudut kelas manapun tanpa ada batasan.
Ketika
kita melihat lingkungan kampus di Indonesia maka mungkin akan sangat berbeda
jika kita melihat lingkungan kampus di negara-negara maju. Membayangkan para
mahasiswa kita duduk di bawah pohon-pohon hijau dan beralaskan rumput yang
segar, membayangkan air mancur sambil mengerjakan tugas atau membayangkan para
mahasiswa melepaskan lelah setelah kuliah di kelas, mengistirahatkan otak
mereka dari tumpukan teori sambil bermain bola, atau permainan lainnya di
lapangan hijau sangat mungkin jarang kita lihat.
Kampus diharapkan merupakan tempat yang nyaman, bersih, teduh (hijau),
indah dan sehat dalam menimba ilmu pengetahuan. Lingkungan kampus tidak
terpisahkan dari ekosistem perkotaan tidak sedikit peranan dan sumbangannya
bagi meningkatkan maupun dalam menurunkan pemanasan global. Disamping itu, yang
tidak kalah pentingnya adalah bagaimana masyarakat kampus dapat
mengimplementasikan IPTEK Bidang Lingkungan Hidup secara Nyata.
Lingkungan
yang baik memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap kualitas hidup. Menurut
penelitian individu yang memiliki akses terhadap lingkungan alami akan lebih
bahagia terhadap rumahnya, pekerjaannya, dan hidupnya secara keseluruhan.
Beberapa penelitan telah menunjukkan bahwa interaksi dengan alam terbukti
meningkatkan kesehatan psikologis dan fisiologis, termasuk peningkatan
pengendalian diri dan penurunan kadar stress. Keberadaan tumbuh-tumbuhan di
sekitar kita dapat meningkatkan kepuasaan hidup secara ekonomis, sosial,
budaya, dan fisik.






0 komentar:
Posting Komentar